Meskipun karyawan generasi Y semakin mendominasi lingkungan kantor,
bukan berarti para karyawan senior dari generasi baby boomers tidak bisa
“eksis.”
Kami menemukan tips menarik dari Business Insider,
agar Anda, dari generasi baby boomers tidak merasa terdesak ke pinggiran
dan tetap eksis dalam pergaulan bersama karyawan-karyawan muda.
1. Jangan selalu membicarakan masa lalu, dan bagaimana dulu pekerjaan
ini dan itu dilakukan di sini. Mengenang masa lalu hanya akan
menciptakan jurang antara Anda dengan karyawan yang lebih muda.
2. Sekali-sekali kerja lembur, satu atau dua kali pulang malam dalam
satu minggu, hal ini akan mengkomunikasikan bahwa Anda juga bisa diajak
bekerja keras seperti karyawan-karyawan muda.
3. Biarkan orang-orang tahu baha Anda juga berolahraga (pergi ke Gym,
yoga, tenis, dll) tetapi hanya melalui percakapan dan penampilan fisik
Anda. Tidak perlu pamer juga, misalnya dengan meninggalkan kantor dengan
pakaian olahraga.
4. Tunjukkan bahwa Anda juga mempunyai banyak minat dan kegiatan di
luar kantor. Aktif dalam komunitas, menjadi sukarelawan dalam satu atau
lebih organisasi juga adalah gagasan baik.
5. Jangan berpenampilan yang kuno, atau pakaian yang ketinggalan
zaman. Setelan jas berwarna gelap (biru tua atau abu-abu gelap) untuk
pria dengan kemeja putih yang terlihat segar adalah penampilan yang akan
selalu terlihat bagus serta tetap relevan untuk generasi apa pun. Untuk
wanita, tetaplah berpenampilan klasik, tidak perlu mengikuti penampilan
anak berumur 20-an—ini justru akan menegaskan usia asli Anda dan
membuat Anda terlihat agak menyedihkan. Pria maupun wanita, tidak perlu
berjalan-jalan dengan kaca mata baca yang bertengger di ujung hidung
Anda. Belilah kaca mata yang terlihat gaul sehingga tidak terlihat
seperti kaca mata baca.
6. Untuk pria maupun wanita, tidak ada salahnya mewarnai rambut Anda.
Untuk wanita sebaiknya memilih warna yang lebih natural, untuk pria
tidak ada salahnya mengeluarkan biaya lebih dan tidak menggunakan
warna-warna seperti orange, biru atau merah. Dengan mewarnai rambut Anda
menjaga penampilan tetap kontemporer.
7. Tetap positif. Sebagian besar orang tua suka mengeluh sehingga
mengkomunikasikan aura negatif. Seperti tips nomor 1, jangan
mengkomunikasikan bahwa masa-masa terbaik Anda adalah dulu,
komunikasikan bahwa Anda merasa gembira dalam hidup.
8. Mungkin ini agak sulit bagi Anda, tetapi usahakan tidak perlu
bicarakan tentang kesehatan Anda, seperti punggung yang sakit, lutut
yang pegal, janji dengan dokter dan sebagainya. Bila Anda harus menyebut
tentang gangguan-gangguan tersebut, usahakan dimasukkan dalam konteks
karena kelelahan bekerja atau berolahraga, bukan karena faktor penuaan.
9. Orang-orang yang berusia di atas 50 biasanya tidak terlalu update
dalam teknologi. Tidak perlu terlalu menegaskan hal itu, jangan
mendiskusikan apa yang Anda tidak tahu, dan pastikan Anda tidak terlalu
tertinggal juga. Tidak perlu se-update rekan-rekan Anda yang muda,
tetapi jangan juga menjadi dinosaurus.
10. Jaga tempat kerja Anda tetap rapi. Ini tidak hanya membuat Anda
mudah mencari barang yang Anda butuhkan, tetapi juga mengkomunikasikan
bahwa Anda efisien dan memberikan kesan kontemporer.
11. Penting juga untuk tetap mengikuti berita tentang tren budaya dan
dunia global. Sebagian besar orang di bawah usia 40 melihat dunia
“semakin kecil” — ada perasaan menjadi warga dunia, anggota komunitas
global, tak peduli Anda di Seoul, New York atau Hongkong. Anda juga
jangan ketinggalan.
Strategi-strategi di atas tidak dimaksudkan untuk membuat Anda merasa
malu dengan usia Anda, atau pengalaman-pengalaman Anda, atau
menutup-nutupi usia Anda, tetapi hanya agar Anda juga diakui dan
dihargai sama seperti karyawan-karyawan berusia muda.
diambil dari tips: www.portalhr.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar